7 Material Fasad Bangunan Dengan Keuntungan Serta Kekurangannya

Material fasad bangunan seperti apa yang cocok untuk rumah Anda? Umumnya, fasad bangunan menggunakan material kayu atau batu bata, namun modern ini ada beberapa jenis fasad bangunan yang dibentuk dari logam dan campuran aneka material, seperti metal cladding, aluminium, bahkan vinyl. 

Saat memilih desain fasad untuk bangunan, pertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi iklim, anggaran, perawatan, dampak material yang dipakai terhadap insulasi ruangan, serta preferensi pribadi Anda jika digunakan untuk hunian

Sebelum memulai renovasi fasad, konsultasikan dengan otoritas bangunan setempat untuk menentukan apakah Anda memerlukan izin bangunan untuk proyek Anda. Penting juga untuk memeriksa apakah ide desain Anda sesuai dengan peraturan untuk konstruksi dan area hunian Anda. 

Banyak komunitas yang menghargai penampilan yang harmonis dan mungkin memberlakukan pembatasan pada perubahan, seperti hunian cluster atau rumah subsidi pemerintah.

7 Material Fasad Bangunan: Kelebihan dan Kekurangan

Ada begitu banyak material fasad bangunan yang bisa ditemui. Variasi bahan, tekstur, dan warna memungkinkan Anda untuk menyesuaikan fasad agar sesuai dengan visi Anda.

Baik untuk pembangunan baru atau renovasi, desain fasad tidak hanya membentuk gaya rumah Anda, tetapi juga melindunginya. Dari batu bata hingga panel kayu, berbagai bahan tersedia untuk Anda. Di bawah ini adalah beberapa contoh dan ide yang menginspirasi untuk desain fasad modern, berikut keuntungan serta kekurangannya.

1. Render Sebagai Bahan Fasad

Seseorang sedang membuat fasad render, sumber: Istockphoto.com
Seseorang sedang membuat fasad render, sumber: Istockphoto.com

Material fasad bangunan bernama render berikut adalah campuran antara silikon atau semen kapur yang dicampur air dan agregat untuk kemudian diaplikasikan sebagai media yang kental pada dinding eksterior. 

Kelebihan render adalah bisa dibentuk sesuai imajinasi, baik itu hanya dihaluskan atau diberi tekstur tertentu. Selain itu, render juga menawarkan pilihan warna yang hampir tak terbatas.

Keuntungan:

Render tidak hanya terjangkau tetapi juga memberikan insulasi yang baik dan menawarkan berbagai kemungkinan desain individual. Dapat dengan mudah dikombinasikan dengan semua jenis dinding bangunan atau insulasi termal.

Kekurangan:

Untuk mempertahankan tampilan fasad yang telah dirender, diperlukan lapisan cat baru dan perbaikan retakan atau kerusakan setiap 10 hingga 30 tahun. Render juga rentan terhadap kotoran dan lumut, sehingga perlu dibersihkan sesekali.

2. Fasad Lapisan Kayu

Fasad rumah dari lapisan kayu, sumber: Istockphoto.com
Fasad rumah dari lapisan kayu, sumber: Istockphoto.com

Fasad kayu memberikan tampilan alami dan abadi pada rumah Anda, mulai dari gaya pedesaan yang nyaman hingga modern minimalis. Menggunakan jenis kayu yang tahan lama dan tahan cuaca seperti jati, ulin, atau merbau memastikan umur yang panjang, karena kayu-kayu ini dapat bertahan bertahun-tahun tanpa finishing.

Fasad kayu juga dapat dicat ulang jika diperlukan, meskipun hal ini dapat mengubah karakter alaminya. Selain digunakan sebagai fasad, lapisan kayu juga tetap menjadi rekomendasi untuk panel dinding eksterior

Keuntungan:

Fasad lapisan kayu, baik itu sirap, papan, bilah, atau panel menawarkan berbagai desain dan meningkatkan iklim dalam ruangan yang menyenangkan karena kayu adalah isolator yang sangat baik. Mereka juga merupakan bahan yang berkelanjutan dan terbarukan.

Kekurangan:

Kayu membutuhkan lebih banyak perawatan daripada fasad render atau batu. Kayu yang tidak dirawat akan berubah tampilannya seiring waktu, yang mungkin tidak disukai beberapa orang, meskipun hal ini tidak mempengaruhi daya tahan. Menjaga fasad tetap kering dan memastikan ventilasi yang baik akan membantu meminimalkan perubahan warna.

3. Fasad Logam

Fasad logam, sumber: Istockphoto.com
Fasad logam, sumber: Istockphoto.com

Seringkali terbuat dari aluminium atau seng, cladding (lapisan) logam menawarkan pilihan desain fasad yang modern dan tahan lama. Dulu, lapisan logam umum digunakan pada konstruksi komersial, namun material fasad bangunan dengan lapisan logam kini semakin banyak digunakan pada bangunan hunian, memberikan tampilan yang futuristik.

Desainnya kini juga tidak kaku, Anda dapat memilih desain bergelombang atau bergerigi, yang menciptakan estetika yang mencolok dan membuat fasad rumah Anda sangat menarik perhatian.

Keuntungan:

Fasad logam ringan dan mudah dipasang. Fasad logam sangat tahan cuaca dan korosi, sehingga menjadikannya pilihan yang minim perawatan dan tahan lama.

Kekurangan:

Lapisan logam, yang sering kali terbuat dari aluminium atau seng, menawarkan solusi modern dan tahan lama untuk desain fasad namun dengan biaya yang cukup malah. Itulah mengapa dulu (mungkin hingga kini) fasad material ini hanya ditemui untuk bangunan komersial.

4. Fasad batu bata

Fasad rumah batu bata, sumber: Istockphoto.com
Fasad rumah batu bata, sumber: Istockphoto.com

Batu bata sering digunakan saat ini untuk menciptakan perpaduan estetika tradisional dan kontemporer. Batu bata atau klinker terbuat dari tanah liat dan bahan tambahan mineral yang kemudian dipanaskan dan menghasilkan permukaan solid yang tahan lama. Material fasad bangunan ini menciptakan kesan kuno namun tetap estetis pada bangunan.

Batu bata tersedia dalam berbagai warna tergantung pada jenis tanah liat yang digunakan, termasuk merah, cokelat, antrasit, abu-abu, dan putih.

Keuntungan:

Fasad batu bata dikenal karena umurnya yang panjang, perawatan yang mudah, dan perlindungan yang sangat baik terhadap cuaca, api, dan perubahan warna. Material ini juga menawarkan insulasi suara dan termal yang mengesankan, menjadikannya pilihan praktis.

Kekurangan:

Batu bata dikenal lebih mahal daripada render atau batu kapur yang kini biasa dipakai untuk membangun dinding. Batu bata juga memiliki pilihan warna terbatas, dan lapisan berpori yang dimiliki bisa menyebabkan kerusakan kelembaban pada dinding.

5. Fasad batu alam

Fasad dari batu alam yang dipasang, sumber: Istockphoto.com
Fasad dari batu alam yang dipasang, sumber: Istockphoto.com

Jika Anda cocok dengan fasad batu alam, mungkin Anda memiliki selera klasik dan percaya bahwa gayanya tidak lekang oleh waktu. Batu alam seperti granit, batu pasir, atau batu tulis tidak hanya indah abadi, tetapi juga sangat kuat: batu alam mempertahankan penampilannya yang berkualitas tinggi dalam kurun waktu yang panjang.  

Sebagai bahan bangunan yang rendah polutan dan tersedia tanpa batas, batu alam adalah pilihan yang sempurna untuk proyek bangunan klasik, membuat rumah Anda benar-benar unik.

Keuntungan:

Kini, pilihan fasad batu alam modern sangat banyak: menawarkan insulasi termal yang sangat baik, tahan terhadap cuaca, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kekurangan:

Ada beberapa kelemahan jika Anda memilih batu alam dalam material fasad. Fasad batu alam mahal, selain itu, batu alam yang berat membutuhkan sub struktur yang rumit.

6. Pelapis dinding semen fiber modern

Lapisan semen fiber untuk fasad rumah, sumber: Istockphoto.com
Lapisan semen fiber untuk fasad rumah, sumber: Istockphoto.com

Semen fiber adalah bahan terpercaya yang terdiri dari komponen alami seperti pasir, air, dan semen yang diperkuat dengan serat selulosa (tumbuhan). Kombinasi ini membuat semen fiber menjadi kokoh dan sangat tipis-sempurna untuk berbagai model fasad yang kreatif.

Dengan berbagai pilihan warna dan ukuran, panel ini dapat dengan mudah dipadukan dengan material lain, seperti plester, sehingga menambah aksen gaya pada eksterior rumah Anda.

Keuntungan:

Semen fiber sangat tahan lama, tahan terhadap kelembaban, jamur, dan pembusukan. Bahan ini juga menawarkan perlindungan terhadap api yang sangat baik dan membutuhkan perawatan yang minimal, sehingga memungkinkan panel untuk mempertahankan tampilannya yang menarik selama bertahun-tahun dengan sedikit perawatan.

Kekurangan:

Memasang semen fiber membutuhkan keahlian profesional karena beratnya yang signifikan, yang menuntut sub struktur yang sangat stabil dan pengikatan yang kuat. Akibatnya, biaya yang keluar lebih tinggi.

7. Fasad hijau Tanaman

Fasad hijau tanaman, sumber: Istockphoto.com
Fasad hijau tanaman, sumber: Istockphoto.com

Dihiasi dengan tanaman ivy atau hydrangea yang memanjat: fasad hijau bukan hanya elemen gaya arsitektur modern – tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perlindungan lingkungan. 

Dari taman vertikal hingga tanaman merambat di tanah, mengaplikasikan tanaman hijau ke dalam desain fasad menciptakan sorotan visual yang menawan.

Keuntungan:

Terutama di kota-kota, di mana efek perubahan iklim lebih terasa, fasad hijau menawarkan banyak manfaat. Fasad hijau membantu mengurangi panas bangunan dengan memantulkan sinar matahari dan meningkatkan kualitas udara dengan memerangkap debu halus dan polutan lainnya.

Kekurangan:

Meskipun keuntungan fasad hijau sangat besar, penting untuk dicatat bahwa fasad hijau membutuhkan perawatan rutin, yang dapat bervariasi tergantung pada jenis tanaman yang digunakan. Selain itu, mencabut tanaman hijau dapat meninggalkan bekas atau bintik-bintik tekanan pada dinding sehingga mempengaruhi keindahan.

Itu dia 7 material fasad bangunan. Anda bisa menerapkannya baik untuk hunian pribadi atau bangunan komersial. Dengan adanya informasi seputar keuntungan dan kekurangannya, akan sangat membantu Anda memutuskan material mana yang cocok digunakan. Temukan informasi kreatif lainnya di website kami.

Leave a Comment

Kerja sama

Partner teknologi

Perkembangan dunia interior, advertising dan las sangat pesat. Mitra kami banyak menggunakan brand berikut ini dalam melayani Anda.

Ingin Segera Mengerjakan Proyek?

Saat sudah mantap, hubungi tim ahli kami segera. Dengan senang hati kami akan membantu Anda.